TERMINOLGI
1. PATE
Pate
berasal dari Perancis yang dibawa ke Belgia dan diolah kembali menjadi masakan
yang berbahan dasar daging atau Liver. Adapun tambahan umum yaitu sayuran,
rempah-rempah, dan anggur atau brendi. Di beberapa Negara beberapa Liver dibentuk sebagai sosis lembut yang sering
disebut dengan Leverworst.
2. CHOWDER

Chowder
seperti yang diketahui saat ini berawal sebagai papan kapal. Chowder dibawa ke
Amerika Utara dengan Imigran dari Inggris dan Perancis yang dibawa oleh pelaut
lebih dari 250 tahun yang lalu dan menjadi popular sebagai hidangan yang lezat.
Di Amerika Serikat, pembuatan Chowder awal dilacak ke New England. Chowder merupakan semangkuk
sup krim yang disediakan dalam bentuk dasarnya.
3. BOLOGNAISE
Saus
bolognaise adalah saus daging untuk pasta yang berasal dari Bologna, Italia. Ini
secara tradisional digunakan untuk menghias dan merupaka salah satu dari dua
saus yang digunakan untuk menyediakan “Alla Bolognese Lasagna”. Saus bolognaise
kadang-kadang dianggap sebagai saus tomat, namun banyak resep hanya mengandung
sedikit tomat konsentrat.
4. CUSTARD CREAM
Custard
ditemukan pada abad ke-19 di Amerika dan menyatu dengan pudding. Custard sendiri
merujuk pada hidangan Romawi Kuno yang dibuat dengan telur. Bangsa Romawi Kuno
memang ahli dalam menciptakan beberapa hidangan berbasis telur, seperti omelet atau
crustades. Pada saat itu custard bisa dimakan lansung atau digunakan sebagai
isian pie, tart, atau roti.
5. BISQUE
Bisque
berasal dari kata Perancis yang berarti 2x dimasak seperti tumis pertama dengan
shell dan kemudian direbus dalam anggur dan bahan-bahan aromatic lainnya
sebelum melelehkan dan ditambahkan krim. Bisque merupakan metode yang digunakan
dalam ekstaksi setiap rasa dari krustasea. Dengan rasa otentik, bisque yang
bahan utamanya udang yang ditambahkan ke dalam sup sehingga menjadi creamy dan
mempertahankan rasa alami dan lezat dari crustacean.
6. DEMIGLACE
Saus
demiglace merupakan kuliner klasik dari Perancis. Saus demiglace atau Espagnole
terbuat dari kaldu kental serta roux (campuran dari mentega dan tepung terigu).
Saus ini memeiliki arti “saus Spanyol” banyak teori mengenai sejarah dari saus
ini, salah satunya menyatakan bahwa saus ini dibawa oleh juru masak Catherine
dari Aragon ke Inggris.
1. BRIOCHE
Roti
Brioche mrupakan roti khas Perancis yang memiliki cita rasa yang sedikit berbeda dengan roti manis biasa.
Di Brioche, anda juga bisa menikmati cita rasa khas Crouqe Doree (semacam pizza) dan paninni (roti panggang dengan bentuk yang lebih kecil). Dulu filling
Brioche hanya terbatas pada coklat, ayam atau ikan. Sekarang anda bisa memesan
Brioche dengan filling sayuran, paprika atau smoke beef.
Sumber: http://cybershopping.cbn.net.id
1. OMELETTE
Omlette pertama kali di temukan oleh Bangsa
Romawi yang memasak telur dadar dengan madu dan menyebutnya ovemele, yang
secara harfiah diterjemahkan menjadi "telur dan madu". Beberapa orang
mengatakan ini adalah asal kata omelet alias telur dadar. Namun sejarah lain
mengatakan bahwa Kata omelette sendiri berasal dari bahasa Perancis, yaitu dari
kata “oeuf” yang bermakna telur, dan “laite” yang artinya susu.
Sumber:
https://m.facebook.com/notes/omg-omlet-gading/sejarah-omlet-omelette-omlette/1141855245872601/
2. MOCHI
Merupakan salah satu
makanan kecil asal Jepang yang populer di semua negara. Makanan khas
Jepang ini mempunyai rasa yang unik, lembut dan lama kelamaan akan menjadi
lengket. Mochi terbuat dari beras ketan yang nantinya akan ditumbuk hingga
lembut dan lengket, kemudian dibentuk jadi bulat. Mochi biasanya dibuat
dan dimakan pada saat perayaan tradisional Mochitsuki atau bisa disebut
dengan perayaan tahu baru Jepang. Kue ini juga dijual dan dapat diperoleh dari
toko-toko kue sepanjang tahun, jadi kue ini tidak hanya tersedia pada saat
perayaan tahun baru Jepang.
3. SUSHI
Konon kebiasaan
mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah
pegunungan di asia tenggara. Istilah sushi berasal dari bentuk tata bahasa kuno
yang tidak lagi dipergunakan dalam konteks lain; secara harfiah,
"sushi" berarti "itu (berasa) masam",[2] suatu gambaran
mengenai proses fermentasi dalam sejarah akar katanya. Dasar ilmiah di balik
proses fermentasi ikan yang dikemas di dalam nasi ialah bahwa cuka yang
dihasilkan dari fermentasi nasi asam amino dari daging ikan.
Hasilnya ialah salah satu dari lima rasa dasar, yang disebut umami dalam
bahasa Jepang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar