ONION (Bawang Bombai)

Bawang bombai adalah jenis bawang yang paling banyak dan dibudidayakan, dipakai sebagai bumbu maupun bahan masakan, berbentuk bulat besar dan berdaging tebal. Bawang Bawang bombai biasa digunakan dalam memasak makanan di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai hiasan tetapi juga bagian dari masakan karena bentuknya yang besar dan tebal dagingnya.[2] Disebut bawang bombai karena dibawa oleh pedagang-pedagang yang berasal dari kota Bombai (Mumbai sekarang) di India ke Indonesia.
1. Sejarah Bawang Bombai
Bawang bombay adalah salah satu jenis bawang yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Dengan nama latin Allium Cepa Linnaeus. Umbi pada bawang bombai terbentuk dari lapisan- lapisan daun yang membesar dan bersatu. Disebut bawang bombay karena dibawa oleh pedagang- pedagang yang berasal dari kota Bombay atau Mumbai di India ke Indonesia. Ukurannya besar seukuran bola golf, umbinya beruas, berlapis, tinggi kandungan air, dan bergetah. Bentuknya, dengan daging kuning muda dan keemasan, serta memiliki kulit tipis.
Bawang Bombay menjadi jenis bawang yang paling banyak dan luas dibudidayakan karena sering dipakai sebagai bumbu maupun bahan masakan. Bawang bombay dimanfaatkan sebagai bumbu beragam masakan. Umumnya, bawang bombay dicincang halus dan dijadikan campuran hidangan utama, salad, serta camilan. Bawang bombay biasa digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, maupun di negara lainnya seperti di Amerika dan Eropa. Bawang bombay biasa di masak, di panggang, di goreng, di panggang, bahkan di makan secara mentah. Bawang bombay seringkali ditambahkan sebagai penambah citarasa dan penambah penampilan hidangan. Hal ini dikarenakan rasanya yang lezat namun aromanya tidak terlalu kuat sehingga cocok untuk beragam jenis masakan.
Bawang bombay berbentuk bulat besar dan berdaging tebal. Bawang bombay memiliki aroma yang khas bila dibanding dengan bawang merah biasa, Bawang bombay lebih dikenal sebagai sayur daripada sebagai rempah atau sebagai penyedap masakan. Biasanya dijadikan campuran salad, sayur berkuah, tumisan, dan pelengkap hidangan utama. Setiap jenis bawang, baik itu bawang merah, putih ataupun bawang bombay memiliki aroma yang tajam dan unik, sangat cocok sebagai penyedap rasa masakan. Namun tak hanya sebagai penyedap rasa, semua jenis bawang memiliki nutrisi penting yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh manusia.
Selain dapat menyedapkan masakan, bawang bombay ternyata juga memiliki khasiat bagi kesehatan manusia. Kalori, senyawa protein, lemak nabati, karbohidrat, serat, abu, kalsium adalah beberapa zat yang terkandung di dalam bawang Bombay. Bukan hanya itu saja, bawang Bombay juga mengandung Abu,fosfor, zat besi, natrium, Serat, Lemak, Protein, Karbohidrat, kalium, Zat Besi, air, Kalori, serta niacin. Selain itu terdapat berbagai vitamin yakni vitamin A, B1, B2 dan vitamin C. Mengkonsumsi setengah potong bawang Bombay mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan turunnya kolesterol jahat tersebut, secara otomatis kesehatan jantung pun lebih terjaga dengan mengkonsumsi bawang Bombay secara teratur. Dalam hal ini, bawang bombay berperan penting dalam menjaga tekanan darah, pembekuan darah di arteri, dan menjaga keelastisan arteri.
Sumber : https://artikelbawang.blogspot.co.id/2016/10/asal-usul-sejarah-tanaman-bawang.html
2. Asal Usul Bawang Bombai
Ditengarai bawang bombai berasal dari Asia Tengah, kemungkinan Palestina, lalu menyebar ke Eropa dan India, dan masuk dibawa oleh para pedagang dari sana. Kemungkinan besar bawang bombai masuk ke Indonesia seiring masuknya para pedagang dari India atau penjajah dari Belanda. Orang Belanda pernah mencoba membudidayakan bawang bombai di Padang, tetapi terhitung gagal. Tanah yang lebih cocok ditengarai di Karo karena terbukti hasilnya sangat memuaskan. Penggunaannya di Indonesia pada awalnya populer dipakai pada masakan Cina dan Eropa, namun belakangan banyak makanan Indonesia yang mempergunakannya.
3. Karakteristik Bawang Bombai
Bawang bombai memiliki aroma yang khas bila dibanding dengan bawang merah biasa, umbinya terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Pohonnya tumbuh tegak ke atas, akarnya serabut dan tidak terlalu panjang (±10c), daunnya bebentuk seperti pipa namun pipih berwarna hijau tua dan berukuran lebih besar dibanding daun bawang merah biasa.[3] Batang semunya merupakan pelepah daun dan menimbulkan jejak cincin-cincin, pangkal pelepahnya melebar dan menebal membentuk bengkakan besar yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, bengkakan itu sendiri adalah umbi bawang.
Pada bagian pangkal umbi terdapat batang rudimenter yang menyerupai cakram yang merupakan bawang yang sebenarnya. Bunganya majemuk dan berbentuk lingkaran bulat dengan tangkai bunga besar, kuat serta besar di bagian bawah. Pada ujung tangkai bunga kadang-kadang berbentuk umbi-umbi kecil yang dapat juga dimanfaatkan sebagai bibit. Bunga bawang bombai dapat juga berbentuk biji yang cukup dengan warna hitam.
4. Kandungan Gizi Bawang Bombai
Kandungan nutrisi dalam bawang dapat dilihat dan dibandingkan dengan bawang merah biasa dan bawang putih pada tabel.
Penggunaan terbesar adalah untuk bahan dan bumbu masakan. Khasiat bawang bombai sangat banyak, yaitu antioksidan alami, mampu menekan efek sinogenik dari senyawa radikal bebas. Fungi pada umumnya adalah memperkecil risiko penyakit degeneratif seperti kanker kolon Bawang bombai juga dipakai secara umum untuk menyembuhkan berbagai penyakit pencernakan, flu, kembung, mual, maag, disentri, dan membunuh cacing dalam perut. Sifat senyawa bawang bombai bersifat hipolipidemik, yaitu dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mengkonsumsi satu siung dapat meningkatkan kadar kolesterol 'baik' sebesar 30%. Manfaat lainnya, dapat menyembuhkan penyakit radang hati, radang sendi, radang tonsil, radang pada tenggorokan, serta radang telinga.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_bombai
5. Manfaat Bawang Bombai
Zat-zat yang terkandung pada bawang bombay menjadikan komoditas ini bermanfaat bagi tubuh. Beberapa klaim manfaat bawang bombay yang sering dijadikan bahan untuk berbagai upaya pengobatan antara lain adalah: mengatasi masalah pencernaan, menangani gangguan jantung dan pembuluh darah, mencegah pengerasan pembuluh arteri/aterosklerosis, berperan menangani sakit tenggorokan dan mulut, seperti asma, bronkitis, atau batuk rejan, serta untuk memperlancar buang air kecil.
Sementara penelitian terhadap klaim di atas mengungkap fakta-fakta berikut:
§ Bawang bombay mungkin efektif untuk menghilangkan bekas luka seperti luka tergores, luka bakar, luka pascaoperasi, serta bekas penghilangan tato. Jika dioleskan selama 2 – 6 bulan, bahan dengan kandungan bawang bombay yang mengandung alantoin dan heparin dapat membantu menyamarkan serta meredakan rasa sakit dan gatal pada bekas luka. Namun hasilnya mungkin tidak akan efektif jika hanya digunakan selama 1 – 2 bulan saja pada bekas operasi.
§ Meski belum ada bukti cukup, penelitian menemukan bahwa mengoleskan jus bawang bombay ke kepala selama setidaknya 2 bulan bisa jadi dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada pengidap alopecia areata atau rambut rontok.
§ Kadar gula darah pengidap diabetes dapat menurun jika menambahkan bawang bombay tiga kali sehari dalam makanannya selama 2 bulan. Namun hal ini belum mendapat pembuktian yang cukup.
§ Pada pengidap tekanan darah tinggi, mengonsumsi produk mengandung bawang bombay dan bahan lain seperti vitamin E dan C setidaknya selama 1 pekan dapat membantu menurunkan tekanan darah atas (sistolik), tapi bukan tekanan darah diastolik (bawah). Pernyataan ini juga belum didukung bukti medis yang cukup.
§ Diperlukan penelitian dan bukti lebih lanjut pada klaim manfaat bawang bombay pada penyakit: asma, demam, bronkitis, batuk, sakit perut, pembengkakan pada mulut dan tenggorokan, serta beberapa kondisi lain. Di samping itu, mengonsumsi bawang bombay juga diklaim dapat menurunkan risiko terhadap beberapa jenis kanker. Dengan kandungan vitamin C yang melimpah, bawang bombay bisa jadi dapat membantu mengatasi radikal bebas penyebab kanker.
§ Vitamin C pada bawang bombay juga baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut. Sedangkan kandungan folatnya kemungkinan dapat membantu meringankan depresi dengan mencegah kelebihan homosistein yang terbentuk dalam tubuh. Homosistein ini dapat menghambat aliran darah dan nutrisi ke otak.
§ Meski belum ada penelitian yang saksama, bawang bombay juga diyakini dapat membantu menghadirkan mood positif. Ini karena kandungan pada bawang bombay dapat mencegah kelebihan homosistein yang dapat mengganggu produksi hormon pencipta rasa nyaman, yaitu serotonin, norepinefrin, dan dopamin. Ketiga jenis hormon tersebut baik untuk membantu kecukupan istirahat.
§ Selain dikonsumsi, ekstrak bawang bombay juga biasa digunakan sebagai obat jika terkena gigitan serangga. Caranya cukup mudah, gunakan ekstrak bawang bombay dengan dioleskan ke bagian kulit yang terkena gigitan.
Sumber : http://www.alodokter.com/berbagai-nutrisi-di-balik-manfaat-bawang-bombay
Tidak ada komentar:
Posting Komentar